KERUKUNAN BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF HINDU

“Setangkai bunga menyambut di pintu masuk, sepotong kertas cokelat kecil tersisip diantara daunnya, sebaris pesan tertulis di atasnya, damai di langit, damai di bumi dan damai di setiap hati umat manusia”
      Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan keanekaragaman dan kemajemukan agama dan budaya yang dianut, hidup berdampingan ditengah–tengah masyarakat. Dengan beragamnya dimensi sosial yang ada dan tumbuh berkembang di masyarakat menyebabkan semakin lebarnya jurang pemisah di antara segenap insan sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa melepaskan komunikasi dan hubungan pergaulan terhadap sesama. Pada tatanan ini akan terjadi proses pembaruan yang tidak mungkin dihindari. Dipertegas lagi bahwa Hyang Widhi yang Maha Pencipta tidak pernah menciptakan sesuatu yang sama. Mahluk ciptaan-Nya berupa manusia diwarnai dengan kemajemukan. Terlihat dari warna kulit, ras, suku, golongan, bangsa, bahasa, dan agama. Pada waktu dahulu bangsa Indonesia pernah mendapat pujian dan sanjungan dari dunia Internasional dan dijadikan model dalam hal kerukunan bagi bangsa-bangsa lain. Hal yang demikian
memberikan satu penilaian bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Namun kebanggaan itu,  pada akhir-akhir ini seakan sirna dengan munculnya konflik di beberapa bagian wilayah Indonesia dalam bentuk kekerasan dan kerusuhan masa yang dibarengi dengan pengerusakan terhadap rumah–rumah ibadah. Sesungguhnya pemicu konflik/kerusuhan tersebut bukan dikarenakan perbedaan agama semata, melainkan lebih disebabkan oleh faktor non agama seperti faktor ekonomi, sosial, politik dan lain sebagainya.
     Seperti yang terdapat dalam petikan di bawah ini:
“Agama bukanlah untuk memisahkan seseorang dengan orang lain, agama bertujuan untuk  menyatukan mereka. Adalah suatu malapetaka bahwa saat ini agama telah sedemikian terdistorsi sehingga menjadi penyebab perselisihan dan pembantaian”
Mahatma Gandhi, 2004:170

     Kita tahu bahwa semua agama yang ada mengajarkan kepada umatnya untuk tidak membuat kerusuhan dan kekerasan, nilai-nilai persatuan secara universal. Kerukunan hidup umat beragama merupakan suatu keadaan yang harmonis atau interaksi harmonis di dalam individu-individu pemeluk agama, tiap-tiap individu penganut agama mau hidup saling hormat menghormati, percaya mempercayai sehingga dalam hubungan interaksi terciptalah suasana yang selaras, tenteram, rukun dan damai.
     Maka dari itu penulis menyusun makalah ini untuk memberikan sedikit gambaran tentang kerukunan umat beragama, khususnya dalam hal ini “Kerukunan Beragama dalam Perspektif Hindu”.
 
 Silahkan dowmload makalahnya disini :



Terima kasih dan semoga bermanfaat...
jangan lupa komentarnya ya...!!!



Artikel Terkait: